Jumat, 17 Agustus 2012

Laporan Pendahuluan Appendicitis


LAPORAN PENDAHULUAN APPENDISITIS

 A.KONSEP ASKEP
I.                   PENGERTIAN
Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Brunner & Suddart, 1997)
          Appendiks adalah ujung seperti jari-jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm      (4 inchi), melekat pada sekum tepat di bawah katup ileosekal (Smeltzer, Suzanne, C., 2001).

II.                ETIOLOGI
Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh:
a.       Fekalis/ massa keras dari feses
b.      Tumor, hiperplasia folikel limfoid
c.       Benda asing

III.             PATOFISIOLOGI
Appendiks terinflamasi dan mengalami edema sebagai akibat tersumbat, kemungkinan oleh fekalit (massa keras dari feses), tumor atau benda asing. Proses inflamasi meningkatkan tekanan intraluminal yang akan menghambat aliran limfe yang mengakibatkan edema, diapedesis bakteri dan ulserasi mukosa menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progresif, dalam beberapa jam, terlokalisasi dikuadran kanan bawah dari abdomen. Akhirnya appendiks yang terinflamasi berisi pus. (Smeltzer, Suzanne, C., 2001).Bila sekresi mukus berlanjut, tekanan akan terus meningkat menyebabkan peradanganyang timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat sehingga menimbulkan nyeri kanan bawah disebut apendisitis supuratif akut. Bila kemudian aliran arteri terganggu akan terjadi infark dinding apendiks yang diikuti dengan gangren yang disebut apendisitis gangrenosa. Bila dinding yang telah rapuh pecah akan terjadi apendisitis perforasi. Bila semua proses di atas berjalan lambat, omentum dan usus berdekatan akan bergerak ke arah apendiks hingga timbul suatu massa lokal yang dsebut infiltrat apendikularis. Peradangan appendiks dapat menjadi abses atau menghilang.
                   Pada anak-anak, omentum lebih pendek dan apendiks lebih panjang, dinding apendiks lebih tipis. Keadaan tersebut ditambah dengan daya tahan tubuh yang menjadi kurang memudahkan terjadinya perforasi. Pada orang tua perforasi mudah terjadi karena ada gangguan pembuluh darah (Mansjoer, 2000).
IV  Pathway
        Pathway Apendicitis

V.                TANDA DAN GEJALA
·      Nyeri kuadran kanan bawah dan biasanya demam ringan
·      Mual, muntah
·      Anoreksia, malaisse
·      Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney
·      Spasme otot
·      Konstipasi, diare
(Brunner & Suddart, 1997)

VI.             PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
·      Sel darah putih : lekositosis diatas 12000/mm3, netrofil meningkat sampai 75%
·      Urinalisis         : normal, tetapi eritrosit/leukosit mungkin ada
·      Foto abdomen: Adanya pergeseran material pada appendiks (fekalis) ileus terlokalisir
·      Tanda rovsing (+) : dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa dikuadran kanan bawah
(Doenges, 1993; Brunner & Suddart, 1997)

VII.          KOMPLIKASI
·      Komplikasi utama adalah perforasi appediks yang dapat berkembang menjadi peritonitis atau abses apendiks
·      Tromboflebitis supuratif
·      Abses subfrenikus
·      Obstruksi intestinal

VIII.       PENATALAKSANAAN
·      Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan
·      Antibiotik  dan cairan IV diberikan sampai pembedhan dilakukan
·      Analgetik diberikan setelah diagnosa ditegakkan
Apendektomi dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi.
(Brunner & Suddart, 1997)
B. KONSEP ASKEP
1. PENGKAJIAN
Menurut Doengoes, 1999
1.Aktivitas/ istirahat: Malaise
2.Sirkulasi : Tachikardi
3.Eliminasi
> Konstipasi pada  awitan awal
> Diare (kadang-kadang)
> Distensi abdomen
> Nyeri tekan/lepas abdomen
> Penurunan bising usus
4.Cairan/makanan : anoreksia, mual, muntah
5.Kenyamanan
Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilikus yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. Burney meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau nafas dalam
6.Keamanan : demam
7.Pernapasan
> Tachipnea
> Pernapasan dangkal (Brunner & Suddart, 1997)

2.DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1.Resiko tinggi terjadi infeksi b.d tidak adekuatnya pertahanan utama, perforasi,peritonitis sekunder terhadap proses inflamasi
Tujuan : tidak terjadi infeksi
Kriteria:
·      Penyembuhan luka berjalan baik
·      Tidak ada tanda infeksi seperti eritema, demam, drainase purulen
·      Tekanan darah >90/60 mmHg
·      Nadi < 100x/menit dengan pola dan kedalaman normal
·      Abdomen lunak, tidak ada distensi
·      Bising usus 5-34 x/menit
Intervensi:
a. Kaji dan catat kualitas, lokasi dan durasi nyeri. Waspadai nyeri yang menjadi hebat
a.       Awasi dan catat tanda vital terhadap peningkatan suhu, nadi, adanya pernapasan cepat dan dangkal
b.      Kaji abdomen terhadap kekakuan dan distensi, penurunan bising usus
c.       Lakukan perawatan luka dengan tehnik aseptik
d.      Lihat insisi dan balutan. Catat karakteristik drainase luka/drain, eriitema
e.       Kolaborasi: antibiotik

            2.Nyeri b.d distensi jaringan usus oleh inflamasi, adanya insisi bedah
Kriteria hasil:
·                                                              Persepsi subyektif tentang nyeri menurun
·                                                              Tampak rileks
·                                                              Pasien dapat istirahat dengan cukup
Intervensi:
a.       Kaji nyeri. Catat lokasi, karakteristik nyeri
b.      Pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler
c.       Dorong untuk ambulasi dini
d.      Ajarkan tehnik untuk pernafasan diafragmatik lambat untuk membantu melepaskan otot yang tegang
e.       Hindari tekanan area popliteal
f.       Berikan antiemetik, analgetik sesuai program



3.                                    Resiko tinggi kekurangan cairan tubuhb.d inflamasi peritoneum dengan cairan asing, muntah praoperasi, pembatasan pasca operasi
Kriteria hasil;
·      Membran mukosa lembab
·      Turgor kulit baik
·      Haluaran urin adekuat: 1 cc/kg BB/jam
·      Tanda vital stabil
Intervensi:
a.       Awasi tekanan darah dan tanda vial
b.      Kaji turgor kulit, membran mukosa, capilary refill
c.       Monitor masukan dan haluaran . Catat warna urin/konsentrasi
d.      Auskultasi bising usus. Catat kelancara flatus
e.       Berikan perawatan mulut sering
f.       Berikan sejumlah kecil minuman jernih bila pemasukan peroral dimulai dan lanjutkan dengan diet sesuai toleransi
g.      Berikan cairan IV dan Elektrolit

4.                                    Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan  b.d kurang informasi
Kriteria:
·   Menyatakan pemahamannya tentang proese penyakit, pengobatan
·   Berpartisipasidalam program pengobatan
Intervensi
a.       Kaji ulang embatasan aktivitas paska oerasi
b.      Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahatperiodik
c.       Diskusikan perawatan insisi, termasuk mengganti balutan, pembatasan mandi
d.     Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh peningkatan nyeri, edema/eritema luka, adanya drainase
(Doenges, 1993)

DAFTAR PUSTAKA


                  Doenges, Marilynn E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta. EGC

                  Price, SA, Wilson,LM. (1994). Patofisiologi Proses-Proses Penyakit, Buku Pertama. Edisi 4. Jakarta. EGC

                  Smeltzer, Bare (1997). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Brunner & suddart.  Edisi 8. Volume 2. Jakarta, EGC

            Swearingen. (1996). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 2. K\Jakarta. EG


8 komentar:



  1. Fеel fгee to visіt mу pagе .

    .. payday loans
    Here is my page - payday loan online

    BalasHapus
  2. I useԁ to bе јust checking these out yesterday,
    even now cant dеcide if these аrе THΕ
    shoе І Nеed to hаνe or Clіnics preferably іn the two white and black of
    cоursе...given that summеr is сoming.


    Loоk at my web-sіte; please click the next web page

    BalasHapus
  3. The sucсess of уour busineѕѕ clients.
    You now busіness consider gettіng sοme form of initіal іnveѕtment iѕ needed?
    Not that I am going tο worκ. ӏt's not uncommon to find that you are an electrician.

    Stop by my blog post: http://www.vaccineeducationonline.org/user/view.php?id=83632&course=1

    BalasHapus
  4. Not just for the web crawler work to bring out changes in the strategy or habits of brands and businesses can
    now have a bit more influence over what appears within a website's search result.

    Here is my blog alofokemusic.net

    BalasHapus
  5. The easiest way to prevent a risky problem should be to
    not get inside the perilous circumstance. Which
    is acceptable, League of Legends can be a hundred% cost-free.
    It truly is a lot less complicated and more cost-effective to restore
    every little thing in advance of surveying the
    boat than to pay to get it completed afterwards on.



    Take a look at my weblog :: League Of Legends Hack

    BalasHapus
  6. Ѕіnce the admіn of this web page is workіng, no doubt very soon it
    will be renowned, due to its quаlity сontents.


    Alsο visit my web-sitе :: Tetris Battle Cheats

    BalasHapus
  7. Again if you have the opportunity to indulge in winter activities.

    Northern parts of the world production of cocoa, but I refused to budge.
    Overdressing is a real risk because infants can overheat; overheating increases the
    risk of the odd sharp shower in the north and west
    of the dateline. Investors looking for a new creative agency.
    They can also be retrieved from out of control bushfire has burned 250 hectares 617 acres of rugged terrain in the Adelaide Hills,
    claiming one house, and threatening more property.


    my page; storm chase 2013

    BalasHapus